perencanaan skala produksi produk kosmetik

Menentukan Jumlah Produksi Kosmetik yang Tepat

Menentukan jumlah produksi kosmetik melibatkan pertukaran yang tidak dapat dihindari: memproduksi lebih banyak menurunkan biaya per unit, tetapi meningkatkan risiko stok yang tidak terserap. Menemukan titik yang tepat memerlukan perhitungan, bukan sekadar mengambil jumlah minimum yang ditawarkan.

Mengapa Ada Jumlah Minimum

Jumlah minimum produksi bukan kebijakan yang dibuat sembarangan. Beberapa hal yang mendasarinya:

Kapasitas peralatan. Alat pencampur memiliki volume minimum agar pencampuran berlangsung merata. Memproduksi dalam jumlah yang terlalu kecil pada alat berkapasitas besar menghasilkan pencampuran yang tidak optimal.

Kelayakan biaya penyiapan. Setiap kali produksi dijalankan, ada rangkaian kegiatan yang harus dilakukan terlepas dari jumlahnya: penyiapan alat, pembersihan, penimbangan, dan pemeriksaan. Biaya ini terbagi ke jumlah unit yang dihasilkan.

Pemesanan bahan baku. Sebagian bahan memiliki jumlah pemesanan minimum dari pemasok.

Pemesanan kemasan. Sering menjadi faktor yang paling menentukan, karena pemasok kemasan umumnya memiliki jumlah minimum yang cukup besar.

Kelayakan pengujian. Biaya pengujian relatif tetap terlepas dari jumlah produksi.

Jumlah minimum berbeda-beda tergantung jenis produk, bentuk sediaan, kompleksitas formula, dan jenis kemasan. Hal ini sebaiknya dibicarakan sesuai rencana produk masing-masing.

Menghitung Kebutuhan

Alih-alih langsung mengambil jumlah minimum, perhitungan berikut memberi gambaran yang lebih baik.

Perkirakan kecepatan penjualan

Ini bagian yang paling sulit untuk produk pertama karena belum ada data. Beberapa pendekatan:

  • Perkirakan berdasarkan jangkauan kanal penjualan yang tersedia
  • Bandingkan dengan produk sejenis pada skala yang serupa
  • Mulai dari perkiraan yang konservatif

Perhitungkan masa simpan

Produk memiliki masa simpan. Jumlah produksi yang tidak dapat terjual dalam masa tersebut menjadi kerugian.

Perhitungan sederhana: jumlah yang diproduksi sebaiknya dapat terjual dalam jangka waktu yang jauh lebih pendek dari masa simpannya, dengan menyisakan ruang untuk stok yang berada di jalur distribusi.

Perhitungkan waktu produksi berikutnya

Produksi berikutnya memerlukan waktu. Stok perlu memadai untuk menutupi periode tersebut agar tidak kehabisan.

Bandingkan biaya

Hitung biaya per unit pada beberapa tingkat jumlah, lalu bandingkan dengan risiko stok yang mungkin tidak terserap.

Penghematan dari memproduksi lebih banyak sering kali lebih kecil dibanding kerugian dari stok yang kedaluwarsa.

Risiko Memproduksi Terlalu Banyak

Modal terikat. Uang yang tertahan dalam bentuk stok tidak dapat dipakai untuk keperluan lain seperti pemasaran.

Stok kedaluwarsa. Kerugian yang paling nyata.

Biaya penyimpanan. Terutama bila memerlukan tempat khusus.

Terkunci pada formula tertentu. Bila ternyata pasar menginginkan penyesuaian, stok yang besar menyulitkan perubahan.

Tekanan menjual dengan diskon. Untuk menghabiskan stok yang mendekati masa kedaluwarsa, yang merusak posisi harga.

Risiko Memproduksi Terlalu Sedikit

Biaya per unit lebih tinggi. Mengurangi margin.

Kehabisan stok. Kehilangan penjualan dan momentum, terutama pada masa peluncuran.

Frekuensi produksi lebih sering. Menambah beban pengelolaan.

Kesulitan memenuhi permintaan besar. Bila ada peluang dari distributor atau ritel.

Strategi untuk Produk Pertama

Untuk produk pertama ketika belum ada data penjualan sama sekali, beberapa pendekatan yang mengurangi risiko:

  1. Mulai dari jumlah yang lebih kecil meski biaya per unit lebih tinggi. Anggap selisih biaya sebagai biaya untuk memperoleh data.
  2. Kurangi jumlah varian. Lebih baik satu varian dengan jumlah memadai dibanding banyak varian dengan jumlah kecil masing-masing.
  3. Pilih kemasan siap pakai dibanding kemasan dengan cetakan khusus yang menuntut jumlah pemesanan besar.
  4. Diskusikan kemungkinan penyesuaian dengan pihak produksi. Sebagian pabrik dapat mempertimbangkan penyesuaian untuk produksi awal.
  5. Siapkan rencana produksi berikutnya sejak awal agar tidak kehabisan bila penerimaan pasar lebih baik dari perkiraan.

Setelah Ada Data Penjualan

Setelah beberapa siklus produksi, perhitungan menjadi jauh lebih dapat diandalkan.

Yang berguna dipantau:

  • Kecepatan penjualan rata-rata per periode
  • Pola musiman bila ada
  • Waktu yang diperlukan dari pemesanan sampai stok tersedia
  • Tingkat stok minimum sebelum perlu memesan kembali

Data ini memungkinkan perencanaan yang lebih tepat dan mengurangi baik risiko kehabisan maupun risiko kelebihan.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apakah jumlah minimum dapat dinegosiasikan?

Bergantung pada jenis produk dan kebijakan masing-masing pihak produksi. Hal ini sebaiknya dibicarakan langsung dengan menjelaskan rencana dan kondisi yang ada.

Bagaimana jika ingin menguji pasar dengan jumlah sangat kecil?

Pilihan yang tersedia mencakup memulai dari produk dengan formula yang sudah ada sehingga tidak menanggung biaya pengembangan, atau memilih kategori produk dengan jumlah minimum yang lebih rendah.

Apakah biaya per unit turun signifikan pada jumlah besar?

Penurunan terjadi, tetapi tidak linear. Penurunan paling terasa pada peningkatan dari jumlah kecil ke jumlah menengah, dan semakin melandai setelahnya.

Berapa lama sebaiknya stok bertahan?

Bergantung pada masa simpan produk dan kecepatan penjualan. Prinsipnya, stok sebaiknya habis jauh sebelum mendekati masa kedaluwarsa.

Merencanakan Bersama Pihak Produksi

Perencanaan jumlah produksi sebaiknya dibicarakan dengan mempertimbangkan rencana penjualan, bukan hanya berdasarkan jumlah minimum yang berlaku.

PT Dwi Jaya Cosmedika terbuka untuk membahas skala produksi yang sesuai dengan rencana dan kondisi Anda. Untuk membicarakan rencana produk Anda, hubungi tim kami di WhatsApp resmi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *