dokumen sistem manajemen mutu di fasilitas produksi kosmetik

ISO 22716 dan ISO 9001 dalam Industri Kosmetik

ISO 22716 dan ISO 9001 kosmetik sering muncul dalam materi promosi pabrik maklon, tetapi jarang dijelaskan apa sebenarnya perbedaan keduanya. Bagi pemilik brand, memahami perbedaan ini berguna untuk menilai kemampuan calon mitra produksi secara lebih tepat, terutama jika ada rencana memasarkan produk ke luar negeri.

ISO 22716: Standar Praktik Produksi Kosmetik

ISO 22716 adalah standar internasional yang mengatur praktik produksi yang baik khusus untuk industri kosmetik. Cakupannya mencakup produksi, pengendalian, penyimpanan, dan pengiriman produk kosmetik.

Aspek yang diatur mencakup personel dan pelatihannya, bangunan dan fasilitas, peralatan, penanganan bahan baku dan bahan kemas, proses produksi, produk jadi, pengawasan mutu, penanganan produk yang tidak sesuai, penanganan limbah, penanganan keluhan dan penarikan produk, serta dokumentasi.

Daftar ini terdengar mirip dengan CPKB, dan memang begitu. Keduanya berangkat dari prinsip yang sama, yaitu bahwa mutu produk ditentukan oleh cara produksi yang terkendali, bukan hanya oleh pengujian produk akhir.

ISO 9001: Sistem Manajemen Mutu

ISO 9001 berbeda sifatnya. Standar ini tidak spesifik untuk industri kosmetik dan dapat diterapkan pada organisasi apa pun.

Fokusnya pada bagaimana organisasi mengelola mutu secara menyeluruh: menetapkan sasaran, memahami kebutuhan pelanggan, mengelola risiko, menjalankan proses secara terukur, dan melakukan perbaikan berkelanjutan.

Perbedaan pokoknya dapat disederhanakan begini. ISO 22716 mengatur bagaimana produk dibuat dengan benar. ISO 9001 mengatur bagaimana organisasi dijalankan agar mampu memenuhi apa yang dijanjikan kepada pelanggan secara konsisten.

Sebuah pabrik dapat memiliki salah satunya saja. Yang memiliki keduanya berarti telah menata baik sisi teknis produksi maupun sisi pengelolaan organisasinya.

Hubungan dengan CPKB

CPKB merupakan ketentuan yang berlaku di Indonesia dan menjadi prasyarat bagi fasilitas produksi kosmetik agar produknya dapat dinotifikasi.

ISO 22716 bersifat sukarela dan berlaku sebagai rujukan internasional. Keduanya sangat sejalan dalam hal substansi, sehingga fasilitas yang telah memenuhi CPKB umumnya tidak memulai dari nol ketika hendak memenuhi ISO 22716.

Yang membedakan adalah pengakuannya. Untuk keperluan peredaran di dalam negeri, CPKB yang menjadi acuan. Untuk keperluan meyakinkan pembeli internasional, rujukan pada standar internasional lebih mudah dipahami karena tidak memerlukan penjelasan mengenai sistem pengaturan di Indonesia.

Mengapa Ini Penting bagi Pemilik Brand

Untuk pasar dalam negeri

Yang menjadi syarat adalah CPKB. Keberadaan sertifikasi ISO menjadi indikasi tambahan bahwa pabrik menjalankan sistem kerja yang tertata, tetapi bukan syarat peredaran.

Untuk pasar ekspor

Di sinilah nilainya paling terasa. Pembeli dan distributor di luar negeri umumnya tidak familier dengan sistem pengaturan Indonesia. Menyebutkan standar internasional yang dipenuhi jauh lebih mudah dipahami daripada menjelaskan CPKB dari awal.

Sebagian pembeli bahkan menjadikan pemenuhan standar internasional sebagai syarat penyaringan awal sebelum bersedia membahas kerja sama lebih jauh.

Untuk kepercayaan mitra usaha

Distributor, jaringan ritel, dan pembeli institusi sering meminta informasi mengenai fasilitas produksi sebagai bagian dari penilaian mereka. Kelengkapan sertifikasi mempersingkat proses ini.

Cara Memverifikasi Klaim Sertifikasi

Klaim sertifikasi pada materi promosi perlu diperiksa, bukan diterima begitu saja.

  1. Minta salinan sertifikat, bukan sekadar logo pada brosur.
  2. Periksa lembaga penerbitnya. Lembaga sertifikasi yang kredibel dapat diverifikasi keberadaannya.
  3. Periksa masa berlaku. Sertifikat ISO memiliki masa berlaku dan memerlukan audit berkala.
  4. Periksa ruang lingkupnya. Sertifikat mencantumkan kegiatan dan lokasi yang tercakup. Sertifikat dapat berlaku untuk satu lokasi tetapi tidak untuk lokasi lain milik badan usaha yang sama.
  5. Periksa kesesuaian nama badan usaha.

Batasan yang Perlu Dipahami

Sertifikasi menyatakan bahwa sistem telah memenuhi persyaratan pada saat audit dilakukan. Ini bukan jaminan bahwa setiap produk yang keluar dari fasilitas tersebut pasti sempurna.

Karena itu, sertifikasi sebaiknya diperlakukan sebagai penyaring awal, bukan sebagai satu-satunya dasar penilaian. Kunjungan ke fasilitas, pengujian sampel, dan penilaian terhadap kualitas komunikasi selama proses kerja sama tetap diperlukan.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Mana yang lebih penting, CPKB atau ISO?

Untuk peredaran di Indonesia, CPKB bersifat wajib. ISO bersifat melengkapi dan paling terasa manfaatnya untuk keperluan ekspor.

Apakah produk otomatis diakui di luar negeri jika pabriknya bersertifikat ISO?

Tidak. Setiap negara tujuan memiliki ketentuan pendaftaran produknya sendiri. Sertifikasi fasilitas mempermudah proses, tetapi tidak menggantikan pendaftaran produk di negara tujuan.

Apakah pemilik brand perlu memiliki sertifikasi sendiri?

Untuk kegiatan produksi, tidak. Sertifikasi melekat pada fasilitas produksi.

Menilai Kesiapan Mitra Produksi

PT Dwi Jaya Cosmedika merupakan produsen kosmetik dengan fasilitas bersertifikat CPKB, ISO 9001:2015, dan ISO 22716:2007, serta memiliki sertifikasi halal untuk produknya. Kami terbuka untuk membahas dokumen dan data teknis yang Anda perlukan dalam menilai kesesuaian fasilitas. Hubungi tim kami di WhatsApp resmi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *