alur tahapan proses produksi kosmetik maklon

Tahapan Proses Maklon Kosmetik dari Ide sampai Produk Siap Edar

Tahapan proses maklon kosmetik perlu dipahami sejak awal agar pemilik brand dapat menyusun rencana peluncuran yang realistis. Banyak rencana pemasaran yang berantakan bukan karena produknya bermasalah, melainkan karena jadwalnya disusun tanpa memperhitungkan tahapan yang harus dilalui.

Tahap 1: Konsultasi dan Perumusan Konsep

Tahap ini menentukan arah seluruh proses berikutnya.

Yang dibahas: jenis produk yang diinginkan, target pasar, masalah kulit atau kebutuhan yang ingin dijawab, rentang harga jual yang direncanakan, dan gambaran umum mengenai jumlah produksi.

Persiapan yang membuat tahap ini efisien: contoh produk sebagai rujukan, gambaran mengenai siapa yang akan membeli, dan kejelasan mengenai posisi harga. Semakin jelas informasi yang dibawa, semakin sedikit putaran pembahasan yang diperlukan.

Yang sering menghambat: pemilik brand belum memutuskan arah produk dan berharap pabrik yang menentukan sepenuhnya. Pabrik dapat memberi masukan teknis, tetapi keputusan mengenai posisi produk di pasar tetap berada pada pemilik brand.

Tahap 2: Penyusunan Formula dan Pembuatan Sampel

Berdasarkan konsep yang disepakati, tim formulasi menyusun formula dan membuat sampel untuk dinilai.

Sampel dinilai dari beberapa sisi: tekstur, aroma, warna, kemudahan pemakaian, dan kesan yang ditinggalkan setelah dipakai. Masukan dari pemilik brand kemudian menjadi dasar penyesuaian.

Jumlah putaran penyesuaian bervariasi. Produk sederhana mungkin selesai dalam satu atau dua putaran. Produk dengan karakter yang sangat spesifik dapat memerlukan lebih banyak.

Yang mempercepat tahap ini: masukan yang spesifik. Menyebut “kurang cocok” jauh kurang berguna dibanding menyebut “terlalu lengket setelah lima menit” atau “aromanya terlalu kuat”.

Tahap 3: Persetujuan Sampel Akhir

Setelah sampel dinilai sesuai, dilakukan persetujuan resmi sebagai acuan produksi.

Tahap ini penting karena menjadi patokan penilaian hasil produksi nanti. Sampel yang disetujui menjadi rujukan ketika muncul pertanyaan mengenai kesesuaian hasil produksi.

Perubahan formula setelah tahap ini berarti kembali ke tahap sebelumnya, dengan konsekuensi pada jadwal dan pengujian yang harus diulang.

Tahap 4: Pengujian

Produk menjalani pengujian sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Pengujian yang umum dilakukan mencakup uji kestabilan untuk memastikan produk tidak berubah selama masa simpan, uji kompatibilitas antara isi dan kemasan, serta uji keamanan sesuai kategori produk. Klaim tertentu pada kemasan memerlukan pengujian pendukung tersendiri.

Tahap ini tidak dapat dipercepat dengan cara apa pun, karena uji kestabilan memerlukan waktu pengamatan yang tidak bisa dipersingkat. Ini yang sering tidak diperhitungkan dalam penyusunan jadwal peluncuran.

Tahap 5: Penyiapan Kemasan

Berjalan paralel dengan tahap pengujian.

Yang dikerjakan: pemilihan bentuk dan bahan kemasan, penyesuaian desain dengan bentuk kemasan yang dipilih, penyusunan informasi wajib pada label, dan pemesanan bahan kemas.

Yang sering menjadi masalah: desain sudah dibuat sebelum bentuk kemasan ditetapkan, sehingga harus disesuaikan ulang. Informasi wajib yang belum diperhitungkan dalam desain juga sering memaksa perubahan tata letak pada tahap akhir.

Pemesanan kemasan dengan bentuk khusus atau cetakan tersendiri memerlukan waktu lebih panjang dan sebaiknya dimulai lebih awal.

Tahap 6: Notifikasi Produk

Pengajuan notifikasi dilakukan oleh pemilik brand dengan dukungan data teknis dari pabrik.

Tahap ini sering menjadi penyebab penundaan terpanjang, dan penyebabnya biasanya bukan proses evaluasinya, melainkan kesiapan legalitas pemilik brand. Badan usaha dan perizinan yang belum siap membuat pengajuan tidak dapat dimulai sama sekali.

Saran praktis: mulai menyiapkan legalitas sejak tahap pertama, bersamaan dengan konsultasi konsep. Jangan menunggu produk selesai.

Tahap 7: Produksi

Setelah nomor notifikasi terbit dan bahan kemas tersedia, produksi dijalankan.

Rangkaian kegiatannya mencakup pemeriksaan bahan baku sebelum dipakai, penimbangan dan pencampuran sesuai formula, pemeriksaan selama proses berjalan, pengisian ke dalam kemasan, pengemasan akhir, serta pemeriksaan produk jadi sebelum dilepas.

Setiap batch memiliki catatan produksi yang dapat ditelusuri. Catatan ini yang memungkinkan penelusuran apabila di kemudian hari muncul keluhan pada batch tertentu.

Tahap 8: Serah Terima dan Distribusi

Produk diserahkan kepada pemilik brand sesuai kesepakatan pengiriman.

Yang perlu disiapkan pemilik brand: tempat penyimpanan yang sesuai, karena produk kosmetik memiliki persyaratan penyimpanan tertentu. Menyimpan stok di tempat yang terpapar panas atau lembap dapat memperpendek masa simpan meski produknya sendiri tidak bermasalah.

Hal yang Menentukan Lamanya Proses

  • Kesiapan legalitas pemilik brand. Faktor tunggal yang paling sering menentukan.
  • Kompleksitas formula. Produk dengan banyak bahan aktif atau karakter tekstur yang sangat spesifik memerlukan pengembangan lebih panjang.
  • Jumlah putaran penyesuaian sampel. Berkaitan langsung dengan kejelasan konsep di awal.
  • Jenis kemasan. Kemasan siap pakai jauh lebih cepat dibanding kemasan dengan cetakan khusus.
  • Kelengkapan data saat pengajuan notifikasi.

Menyusun Jadwal yang Realistis

Beberapa prinsip yang membantu:

  1. Mulai dari tanggal peluncuran yang diinginkan, lalu hitung mundur dengan menyediakan ruang cadangan.
  2. Jalankan penyiapan legalitas bersamaan dengan tahap awal, bukan setelahnya.
  3. Jangan mengumumkan tanggal peluncuran sebelum nomor notifikasi terbit.
  4. Sediakan waktu untuk satu putaran penyesuaian tambahan yang tidak direncanakan.

Memulai Prosesnya

PT Dwi Jaya Cosmedika mengerjakan pengembangan dan produksi kosmetik untuk pemilik brand, dengan fasilitas bersertifikat CPKB, ISO 9001:2015, dan ISO 22716:2007. Untuk membicarakan rencana dan jadwal produk Anda, hubungi tim kami di WhatsApp resmi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *