ilustrasi cara membaca ingredient skincare pada kemasan produk

Cara Membaca Ingredient List di Kemasan Skincare

Daftar bahan di kemasan sering dilewati karena tampak seperti deretan istilah asing. Padahal cara membaca ingredient skincare tidak sesulit kelihatannya, dan cukup untuk membantumu menilai apakah sebuah klaim di bagian depan kemasan benar-benar didukung isinya.

Apa Itu INCI

INCI atau International Nomenclature of Cosmetic Ingredients adalah sistem penamaan bahan kosmetik yang berlaku secara internasional. Tujuannya agar satu bahan punya satu nama yang sama di mana pun produk itu dijual.

Karena itu air ditulis sebagai Aqua, bukan Water atau Air. Lidah buaya ditulis Aloe Barbadensis Leaf Juice, bukan nama lokalnya. Penulisan dengan sistem ini adalah bagian dari persyaratan label di banyak negara, termasuk Indonesia.

Aturan Urutan yang Perlu Diketahui

Ini bagian paling berguna. Bahan dicantumkan berurutan dari kadar terbesar ke terkecil.

Artinya bahan di posisi awal punya proporsi paling besar dalam formula. Hampir semua produk berbasis air akan mencantumkan Aqua di urutan pertama, dan itu normal, bukan tanda produk encer atau murahan. Air adalah pelarut yang dibutuhkan hampir semua bentuk sediaan.

Yang lebih menarik adalah posisi bahan yang dipromosikan di bagian depan kemasan. Kalau sebuah produk menonjolkan satu bahan tapi bahan tersebut muncul di urutan paling belakang, kemungkinan besar kadarnya kecil.

Batas Satu Persen

Aturan urutan ini punya pengecualian penting. Bahan dengan kadar di bawah satu persen boleh dicantumkan dalam urutan bebas.

Untuk memperkirakan di mana batas itu berada, cari penanda berikut dalam daftar: pengawet seperti Phenoxyethanol, pengatur pH seperti Sodium Hydroxide, pengental seperti Xanthan Gum, atau Parfum dan Fragrance. Bahan-bahan ini hampir selalu dipakai di bawah satu persen. Segala sesuatu yang muncul setelahnya berada di wilayah yang sama.

Ini bukan berarti bahan di bawah satu persen tidak berguna. Beberapa bahan aktif memang efektif pada kadar sangat kecil, misalnya retinoid tertentu dan peptide. Yang perlu diwaspadai adalah bahan yang dipromosikan besar-besaran di kemasan tapi ternyata berada jauh di bawah penanda tersebut.

Yang Tidak Bisa Disimpulkan dari Label

Ada beberapa hal penting yang tidak akan kamu temukan dari daftar bahan saja.

Kadar pasti. Kecuali dicantumkan sukarela oleh merek, kamu hanya bisa memperkirakan urutan, bukan angka.

Kualitas bahan. Dua produk bisa mencantumkan bahan yang sama dengan mutu dan kemurnian yang jauh berbeda.

Kualitas proses produksi. Formula yang identik bisa menghasilkan produk yang berbeda tergantung bagaimana dibuat dan disimpan.

Cocok atau tidak untuk kulitmu. Ini hanya bisa dipastikan lewat patch test dan pemakaian bertahap [/apa-itu-patch-test-dan-cara-melakukannya-di-rumah].

Contoh Pembacaan Sederhana

Misalkan sebuah serum mencantumkan: Aqua, Glycerin, Niacinamide, Butylene Glycol, Panthenol, Xanthan Gum, Phenoxyethanol, Centella Asiatica Extract, Parfum.

Dari daftar itu bisa dibaca bahwa basisnya air dengan gliserin sebagai humektan utama. Niacinamide berada di urutan ketiga, jadi kadarnya kemungkinan cukup berarti. Centella asiatica muncul setelah pengawet, artinya kadarnya di bawah satu persen, jadi kalau kemasan depannya menonjolkan centella sebagai bintang utama, klaim itu perlu dibaca dengan hati-hati.

Kebiasaan yang Membantu

Mulai dari mengenali lima sampai sepuluh bahan yang paling sering muncul di produk yang kamu pakai. Tidak perlu menghafal seluruh kamus INCI.

Bandingkan daftar bahan antar produk sejenis dalam rentang harga berbeda. Ini sering memberi gambaran lebih jujur dibanding membandingkan klaim di bagian depan kemasan.

Perhatikan juga bahan yang pernah membuat kulitmu bereaksi. Mencatatnya membuat proses eliminasi jauh lebih cepat di kemudian hari.

Membaca daftar bahan tidak membuatmu jadi ahli formulasi, tapi cukup untuk mengurangi jarak antara klaim di kemasan dan isi sebenarnya.

Bangun Brand Kosmetikmu Bersama Dwi Jaya Cosmedika

Dari sisi produsen, penulisan INCI yang benar bukan urusan tampilan label semata, melainkan bagian dari persyaratan legal yang diperiksa saat proses notifikasi produk. Kesalahan di bagian ini termasuk penyebab paling sering tertundanya peluncuran.

Dwi Jaya Cosmedika mendampingi pemilik brand dari pengembangan formula sampai penyiapan dokumen dan label sesuai ketentuan yang berlaku. Kami memproduksi di Semarang dengan sertifikasi ISO 9001:2015, ISO 22716:2007, CPKB, dan halal.

Kunjungi dwijayacosmedika.com atau hubungi tim kami lewat WhatsApp resmi untuk konsultasi awal tanpa biaya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *