Bahan fermentasi dalam skincare menjadi populer terutama melalui produk-produk dari Asia Timur. Kategori ini menarik karena pendekatannya berbeda dari bahan aktif konvensional, tetapi juga termasuk yang paling sering dipasarkan dengan klaim yang melampaui bukti yang tersedia.
Apa Itu Fermentasi dalam Konteks Kosmetik
Fermentasi adalah proses di mana mikroorganisme seperti ragi atau bakteri mengubah bahan dasar menjadi senyawa lain.
Dalam konteks kosmetik, proses ini dipakai dengan beberapa tujuan:
Memecah molekul besar menjadi lebih kecil. Molekul yang lebih kecil berpeluang lebih baik menembus lapisan permukaan kulit.
Menghasilkan senyawa baru. Proses fermentasi dapat menghasilkan asam amino, peptida, vitamin, dan senyawa lain yang tidak ada pada bahan dasarnya.
Meningkatkan ketersediaan komponen tertentu. Sebagian komponen dalam bahan dasar menjadi lebih mudah dimanfaatkan setelah proses fermentasi.
Mengurangi komponen yang tidak diinginkan. Sebagian bahan dasar mengandung komponen yang dapat menimbulkan reaksi, dan proses fermentasi dapat menguranginya.
Jenis Bahan Fermentasi yang Umum
Galactomyces ferment filtrate
Salah satu yang paling dikenal, berasal dari proses fermentasi menggunakan sejenis ragi. Umumnya dikaitkan dengan tekstur kulit dan tampilan yang lebih cerah.
Cerita mengenai asal-usul penemuan bahan ini cukup terkenal dalam industri, meski cerita tersebut lebih berfungsi sebagai materi pemasaran dibanding sebagai bukti ilmiah.
Bifida ferment lysate
Berasal dari proses fermentasi bakteri tertentu. Umumnya dikaitkan dengan dukungan terhadap lapisan pelindung kulit.
Saccharomyces ferment
Berasal dari ragi yang juga dipakai dalam pembuatan roti dan minuman fermentasi. Umumnya dikaitkan dengan hidrasi dan kondisi kulit secara umum.
Lactobacillus ferment
Berasal dari kelompok bakteri yang juga dipakai dalam industri pangan.
Ekstrak tanaman yang difermentasi
Berbagai ekstrak tanaman dapat melalui proses fermentasi, dengan tujuan meningkatkan ketersediaan komponen aktifnya.
Manfaat yang Dilaporkan
Manfaat yang umumnya dikaitkan dengan kategori ini mencakup hidrasi, dukungan terhadap lapisan pelindung kulit, tekstur kulit yang terasa lebih halus, dan tampilan kulit yang lebih segar.
Yang perlu disikapi dengan hati-hati: kategori ini termasuk yang paling banyak dipasarkan dengan klaim besar, sementara bukti pendukungnya bervariasi. Sebagian bahan memiliki data yang cukup, sebagian lain lebih bertumpu pada tradisi pemakaian dan cerita yang dibangun.
Ini tidak berarti bahan fermentasi tidak bermanfaat, melainkan bahwa harapan sebaiknya disesuaikan dengan bukti yang tersedia, bukan dengan klaim pada kemasan.
Karakter Umum
Umumnya lembut. Sebagian besar bahan fermentasi dapat ditoleransi dengan baik, sehingga sering dipakai dalam produk untuk kulit sensitif.
Bekerja perlahan. Manfaat yang dilaporkan umumnya bersifat mendukung kondisi kulit secara keseluruhan, bukan menangani masalah spesifik dengan cepat.
Mudah digabungkan. Jarang memiliki pantangan kombinasi dengan bahan lain.
Sering dalam bentuk essence. Bentuk sediaan ini yang paling umum untuk kategori tersebut.
Pertimbangan Halal
Ini bagian yang penting bagi pasar Indonesia dan bagi produk yang ditujukan untuk pasar dengan permintaan halal.
Proses fermentasi melibatkan mikroorganisme dan media tempat mereka tumbuh. Kedua hal ini menjadi objek pemeriksaan dalam proses sertifikasi halal.
Beberapa hal yang perlu ditelusuri:
- Jenis mikroorganisme yang dipakai
- Media pertumbuhan dan asal bahannya
- Bahan pembantu yang dipakai selama proses
- Apakah proses menghasilkan alkohol dan bagaimana penanganannya
Karena penelusuran ini membutuhkan dokumen dari pemasok, pemilihan pemasok bahan fermentasi menjadi bagian penting bagi pemilik brand yang menghendaki sertifikasi halal.
Sebaiknya hal ini dibicarakan sejak tahap perumusan konsep, bukan setelah formula selesai disusun.
Cara Memakai
Bahan fermentasi umumnya terdapat dalam essence atau serum ringan, yang diaplikasikan setelah pembersihan dan sebelum produk yang lebih kental.
Beberapa hal yang membantu:
- Aplikasikan pada kulit yang masih sedikit lembap.
- Dapat diaplikasikan dalam beberapa lapisan tipis untuk kulit yang memerlukan hidrasi lebih.
- Lanjutkan dengan pelembap untuk mengunci.
- Beri waktu, karena manfaatnya bersifat bertahap.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apakah bahan fermentasi lebih baik dari bahan biasa?
Tidak otomatis. Fermentasi adalah proses pengolahan, bukan jaminan efektivitas. Yang menentukan adalah bahan yang dihasilkan dan bukti pendukungnya.
Apakah aman untuk kulit sensitif?
Umumnya dapat ditoleransi dengan baik, meski respons setiap orang berbeda.
Apakah bahan fermentasi mengandung alkohol?
Bergantung pada proses dan bahan yang dipakai. Untuk pertimbangan halal, hal ini perlu ditelusuri sampai ke pemasok.
Berapa lama sampai terlihat hasilnya?
Manfaat yang dilaporkan umumnya bersifat bertahap dan berkaitan dengan kondisi kulit secara keseluruhan.
Pertimbangan dalam Pengembangan Produk
Bahan fermentasi memiliki daya tarik pemasaran yang kuat, terutama untuk brand yang menyasar pasar yang akrab dengan pendekatan perawatan kulit Asia Timur.
Yang perlu diperhatikan:
Penelusuran untuk sertifikasi halal. Ini pertimbangan yang paling menentukan bagi pasar Indonesia dan pasar dengan permintaan halal. Perlu dipastikan sejak awal, bukan setelah formula ditetapkan.
Mutu dan konsistensi bahan. Bahan hasil fermentasi dapat bervariasi antar batch, sehingga spesifikasi yang jelas dan pemasok yang dapat diandalkan menjadi penting.
Penyusunan klaim. Kategori ini rawan klaim berlebihan. Penyusunan kalimat perlu disesuaikan dengan bukti yang tersedia.
Kestabilan formula. Sebagian bahan fermentasi memerlukan perhatian pada sistem pengawet dan kondisi penyimpanan.
Aroma. Sebagian bahan fermentasi memiliki aroma khas yang perlu dipertimbangkan dalam penyusunan formula.
PT Dwi Jaya Cosmedika mengerjakan pengembangan dan produksi kosmetik untuk pemilik brand, termasuk penelusuran bahan yang diperlukan untuk keperluan sertifikasi. Untuk membicarakan rencana produk Anda, hubungi tim kami di [nomor WhatsApp resmi].

