area produksi kosmetik dengan standar kebersihan terkendali

Apa Itu CPKB dan Mengapa Penting bagi Pemilik Brand

Apa itu CPKB sering baru ditanyakan pemilik brand ketika sudah masuk tahap notifikasi produk dan menemukan bahwa fasilitas produksi harus memenuhi standar tertentu. Padahal informasi ini seharusnya menjadi bahan pertimbangan sejak tahap memilih pabrik, bukan setelah kerja sama berjalan.

Pengertian CPKB

CPKB adalah singkatan dari Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik. Ini merupakan standar yang mengatur bagaimana kosmetik seharusnya diproduksi agar mutu, keamanan, dan kemanfaatannya terjaga secara konsisten.

Yang perlu digarisbawahi: CPKB bukan sertifikat mutu produk, melainkan standar mengenai proses. Sertifikat ini menyatakan bahwa fasilitas dan sistem kerja pabrik telah memenuhi persyaratan, bukan bahwa satu produk tertentu terbukti berkualitas.

Standar ini menjadi prasyarat bagi fasilitas produksi kosmetik yang ingin produknya dapat dinotifikasi dan diedarkan secara sah.

Aspek yang Diatur

CPKB mencakup seluruh rantai kegiatan produksi, bukan hanya proses pencampuran bahan.

Bangunan dan fasilitas

Tata letak ruangan diatur agar alur bahan dan alur personel tidak saling bersilangan dengan cara yang berisiko mencemari produk. Ruang produksi dipisahkan dari ruang penyimpanan dan ruang ganti. Permukaan dinding, lantai, dan langit-langit harus mudah dibersihkan.

Peralatan

Peralatan harus terbuat dari bahan yang tidak bereaksi dengan produk, mudah dibersihkan, dan dirawat secara terjadwal. Alat ukur perlu dikalibrasi secara berkala agar hasil penimbangan dan pengukuran dapat dipercaya.

Personalia

Ada persyaratan mengenai jumlah, kualifikasi, dan pelatihan personel. Salah satu yang paling penting adalah keberadaan penanggung jawab teknis yang memenuhi kualifikasi tertentu.

Sanitasi dan higiene

Mencakup kebersihan personel, ruangan, peralatan, dan penanganan limbah. Prosedur kebersihan harus tertulis dan dijalankan secara konsisten, bukan bergantung pada inisiatif masing-masing orang.

Pengawasan mutu

Bahan baku diperiksa sebelum dipakai, proses dipantau selama berjalan, dan produk jadi diuji sebelum dilepas. Setiap tahap memiliki catatan yang dapat ditelusuri.

Dokumentasi

Ini yang paling sering diremehkan tetapi paling menentukan. Setiap batch produksi memiliki catatan lengkap: bahan apa yang dipakai, dari pemasok mana, siapa yang mengerjakan, dan hasil pemeriksaannya. Tanpa catatan ini, penelusuran ketika terjadi masalah menjadi tidak mungkin.

Penanganan keluhan dan penarikan produk

Harus ada prosedur yang jelas untuk menangani keluhan konsumen dan, bila diperlukan, menarik produk dari peredaran.

Mengapa Ini Penting bagi Pemilik Brand

Sebagian pemilik brand menganggap CPKB sebagai urusan pabrik semata. Padahal dampaknya langsung terasa pada bisnis mereka.

Produk tidak dapat dinotifikasi. Tanpa fasilitas produksi yang memenuhi standar, produk tidak dapat memperoleh nomor notifikasi, dan tanpa nomor notifikasi produk tidak boleh diedarkan.

Konsistensi antar batch. Standar proses yang terjaga membuat produk pada produksi kelima memiliki karakter yang sama dengan produksi pertama. Perbedaan warna, aroma, atau tekstur antar batch adalah keluhan yang cepat merusak kepercayaan konsumen.

Penelusuran ketika ada masalah. Jika muncul keluhan pada batch tertentu, catatan produksi memungkinkan penelusuran sampai ke bahan baku dan pemasoknya. Tanpa itu, satu-satunya pilihan adalah menarik semua produk.

Tanggung jawab hukum. Pemilik brand yang namanya tercantum pada kemasan menanggung tanggung jawab atas produk tersebut. Memilih fasilitas produksi yang memenuhi standar adalah bagian dari mengelola risiko tersebut.

Cara Memverifikasi

Jangan berhenti pada pernyataan lisan. Beberapa langkah praktis:

  1. Minta salinan sertifikat dan periksa masa berlakunya.
  2. Periksa kesesuaian nama badan usaha pada sertifikat dengan nama pihak yang mengajak bekerja sama.
  3. Perhatikan cakupan sertifikat, karena sertifikat dapat berlaku untuk bentuk sediaan tertentu saja.
  4. Ajukan kunjungan ke fasilitas produksi. Pabrik yang memenuhi standar umumnya terbuka untuk kunjungan yang dijadwalkan.

Hubungan dengan Standar Lain

CPKB sering disandingkan dengan ISO 22716, yaitu standar internasional mengenai praktik produksi kosmetik yang baik. Keduanya memiliki banyak kesamaan prinsip, dengan perbedaan pada kerangka penerapan dan pengakuannya.

Fasilitas yang memiliki keduanya berada pada posisi yang lebih baik ketika produk hendak dipasarkan ke luar negeri, karena pembeli internasional lebih mengenal rujukan standar internasional.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apakah pemilik brand perlu memiliki sertifikat CPKB sendiri?

Tidak, selama produksi dilakukan di fasilitas yang telah bersertifikat. Sertifikat melekat pada fasilitas produksi.

Apakah sertifikat berlaku selamanya?

Tidak. Sertifikat memiliki masa berlaku dan fasilitas tetap menjadi objek pengawasan berkala.

Apakah semua bentuk produk tercakup dalam satu sertifikat?

Belum tentu. Periksa cakupan bentuk sediaan yang tertera pada sertifikat, terutama jika produk yang direncanakan berbeda jauh dari lini produksi utama pabrik tersebut.

Memilih Mitra Produksi

PT Dwi Jaya Cosmedika merupakan produsen kosmetik dengan fasilitas bersertifikat CPKB, ISO 9001:2015, dan ISO 22716:2007, serta memiliki sertifikasi halal untuk produknya. Kami terbuka untuk membahas kesesuaian fasilitas dengan rencana produk Anda. Hubungi tim kami di WhatsApp resmi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *