ragam produk kosmetik dari berbagai kawasan dunia

Tren Kosmetik Global dan Posisi Produk Indonesia

Tren kosmetik global bergerak cepat, tetapi di balik pergerakan itu ada beberapa pendekatan besar yang cukup bertahan. Memahami perbedaan pendekatan antar kawasan berguna bagi pemilik brand yang mempertimbangkan pasar ekspor, sekaligus membantu menemukan posisi yang khas.

Pendekatan dari Berbagai Kawasan

Pendekatan Korea

Yang paling berpengaruh pada pasar Asia dalam satu dekade terakhir.

Ciri khasnya: rangkaian perawatan bertingkat dengan banyak langkah, penekanan pada hidrasi, tekstur yang ringan dan berlapis, kemasan yang menarik secara visual, dan kecepatan menghadirkan bahan atau kategori baru.

Belakangan terlihat pergeseran menuju rangkaian yang lebih ringkas, sebagai respons terhadap keletihan konsumen dengan tahapan yang terlalu banyak.

Pendekatan Jepang

Ciri khasnya: penekanan pada kesederhanaan dan konsistensi, perhatian besar pada tekstur dan pengalaman pemakaian, penekanan kuat pada perlindungan dari sinar matahari, dan pendekatan yang lebih konservatif dalam menghadirkan hal baru.

Perlindungan dari sinar matahari menjadi salah satu bidang yang berkembang sangat maju dalam pendekatan ini.

Pendekatan Barat

Ciri khasnya: penekanan pada bahan aktif dengan kadar yang dinyatakan, komunikasi yang berbasis data dan penelitian, rangkaian yang lebih ringkas, dan pendekatan yang lebih langsung dalam menyampaikan manfaat.

Pendekatan Timur Tengah

Ciri khasnya: perhatian pada produk yang sesuai untuk iklim kering, permintaan tinggi untuk produk halal, dan preferensi terhadap kemasan yang terkesan mewah.

Arah yang Berkembang

Beberapa kecenderungan yang terlihat di berbagai pasar:

Rangkaian yang lebih ringkas. Setelah periode di mana rangkaian panjang menjadi norma, ada pergeseran menuju lebih sedikit produk dengan fungsi yang lebih jelas.

Perhatian pada kesehatan barrier kulit. Semakin banyak konsumen menyadari bahwa masalah kulit mereka berkaitan dengan perawatan yang berlebihan.

Konsumen yang lebih kritis membaca daftar bahan. Klaim di bagian depan kemasan tidak lagi cukup.

Perhatian pada aspek lingkungan. Terutama menyangkut kemasan dan asal bahan. Tingkat perhatiannya berbeda antar pasar.

Rentang warna yang lebih luas untuk kategori makeup, sebagai respons terhadap keragaman konsumen.

Perawatan kulit kepala yang diperlakukan dengan pendekatan menyerupai perawatan kulit wajah.

Bahan dengan cerita asal yang jelas. Bahan lokal dari suatu kawasan menjadi pembeda yang dihargai.

Posisi Produk Indonesia

Beberapa hal yang dapat menjadi dasar posisi khas:

Keragaman bahan alami. Indonesia memiliki bahan yang tidak umum di pasar internasional. Ini pembeda yang sulit ditiru pesaing dari negara lain.

Pengalaman dengan iklim tropis. Formula yang dirancang untuk kondisi panas dan lembap lebih sesuai untuk sebagian besar pasar Asia Tenggara dan Asia Selatan, serta sebagian pasar lainnya.

Ekosistem sertifikasi halal yang mapan. Menjadi nilai lebih pada pasar dengan permintaan produk halal yang tinggi.

Struktur biaya produksi yang kompetitif dibanding sebagian pusat produksi lain di kawasan.

Pemahaman terhadap jenis kulit di kawasan. Karakter kulit yang serupa dengan sebagian besar konsumen di Asia Tenggara.

Tantangan yang Perlu Diakui

Pengenalan merek asal. Produk dari beberapa negara lain sudah memiliki asosiasi yang kuat di benak konsumen internasional. Membangun asosiasi serupa untuk produk Indonesia memerlukan waktu dan konsistensi.

Ketersediaan data pendukung. Sebagian bahan lokal belum memiliki data ilmiah selengkap bahan yang umum dipakai secara internasional, yang membatasi klaim yang dapat dicantumkan.

Konsistensi mutu. Menjadi perhatian pembeli internasional, terutama untuk produsen yang belum dikenal.

Materi komunikasi dalam bahasa Inggris. Kualitas materi ini sering menjadi penyaring awal dan masih menjadi kelemahan bagi sebagian pelaku usaha.

Menyikapi Tren dengan Bijak

Beberapa pertimbangan sebelum mengikuti tren tertentu:

Perhitungkan waktu yang diperlukan. Dari keputusan sampai produk siap edar memerlukan waktu yang cukup panjang. Tren yang ramai sekarang belum tentu masih relevan saat produk siap.

Bedakan tren jangka pendek dari pergeseran jangka panjang. Pergeseran menuju rangkaian yang lebih ringkas atau perhatian pada barrier kulit tampak lebih bertahan dibanding tren bahan tertentu yang datang dan pergi.

Periksa kesesuaian dengan posisi brand. Mengikuti setiap tren membuat brand kehilangan identitas.

Pertimbangkan tingkat kepadatan persaingan. Masuk ke kategori yang sedang ramai berarti bersaing dengan banyak pemain sekaligus.

Membangun Posisi yang Bertahan

Pendekatan yang cenderung lebih berkelanjutan dibanding mengejar tren:

  1. Bangun di atas kekuatan yang khas. Bahan lokal, pemahaman terhadap iklim, atau segmen yang kurang terlayani.
  2. Jaga konsistensi mutu. Ini yang membuat pembeli internasional bersedia melanjutkan kerja sama.
  3. Susun cerita yang jujur. Asal bahan, cara pengolahan, dan hubungan dengan pemasok adalah materi yang menarik dan sulit ditiru.
  4. Perhatikan pergeseran jangka panjang, bukan hanya tren musiman.
  5. Bangun kehadiran secara bertahap. Fokus pada satu pasar terlebih dahulu.

Menyiapkan Produk untuk Pasar Global

Kesesuaian produk dengan karakter pasar tujuan perlu dipertimbangkan sejak tahap perumusan konsep, bukan setelah produk selesai dikembangkan untuk pasar dalam negeri.

PT Dwi Jaya Cosmedika mengerjakan pengembangan dan produksi kosmetik untuk pemilik brand, termasuk produk yang ditujukan untuk pasar ekspor. Untuk membicarakan rencana produk Anda, hubungi tim kami di WhatsApp resmi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *