Riset pasar produk kosmetik sering dilewati karena dianggap memakan waktu dan biaya, padahal kerugian dari melewatinya jauh lebih besar. Produksi yang berjalan berdasarkan asumsi menghasilkan stok yang tidak terserap, dan kerugian itu baru diketahui setelah modal sudah keluar.
Apa yang Perlu Dijawab
Riset yang berguna tidak harus rumit. Yang penting adalah menjawab pertanyaan yang tepat:
- Apakah ada permintaan untuk jenis produk ini?
- Siapa yang akan membelinya secara spesifik?
- Apa yang sudah tersedia di pasar untuk kebutuhan yang sama?
- Mengapa mereka akan memilih produk ini dibanding yang sudah ada?
- Pada rentang harga berapa produk ini masuk akal?
Jika kelima pertanyaan ini belum terjawab dengan cukup jelas, pengembangan produk sebaiknya belum dimulai.
Sumber Data yang Dapat Dipakai
Data pencarian daring
Kata kunci yang dicari orang menunjukkan apa yang sedang mereka butuhkan atau pertimbangkan. Volume pencarian memberi gambaran mengenai besarnya minat, dan pertanyaan yang sering muncul memberi gambaran mengenai kebingungan yang belum terjawab.
Ini juga berguna untuk menemukan celah: masalah yang banyak dicari tetapi sedikit produk yang menjawabnya secara spesifik.
Ulasan produk pesaing
Sumber data yang sangat berharga dan sering diabaikan. Ulasan bintang rendah pada produk pesaing menunjukkan apa yang tidak berhasil dan apa yang dikeluhkan konsumen.
Cara membacanya: cari pola yang berulang, bukan keluhan tunggal. Keluhan yang muncul berkali-kali pada beberapa produk berbeda menunjukkan celah yang nyata.
Percakapan di media sosial dan forum
Menunjukkan bahasa yang dipakai konsumen untuk menggambarkan masalahnya. Ini berguna baik untuk pengembangan produk maupun untuk penyusunan materi komunikasi.
Pengamatan langsung di titik penjualan
Melihat produk apa yang tersedia, bagaimana penataannya, rentang harga yang berlaku, dan produk mana yang stoknya sering kosong.
Berbicara langsung dengan calon konsumen
Sering paling berguna meski jumlahnya sedikit. Percakapan mendalam dengan sedikit orang sering memberi pemahaman yang lebih baik dibanding survei singkat kepada banyak orang.
Yang perlu diperhatikan: tanyakan mengenai apa yang mereka lakukan saat ini, bukan apakah mereka akan membeli produk yang direncanakan. Orang cenderung menjawab positif untuk pertanyaan hipotetis.
Menganalisis Pesaing
Yang perlu diperhatikan dari pesaing:
- Rentang harga dan bagaimana mereka menempatkan diri
- Klaim utama yang dipakai
- Bahan yang ditonjolkan
- Kemasan dan ukuran yang ditawarkan
- Jalur penjualan yang dipakai
- Cara berkomunikasi dan siapa yang mereka sasar
- Keluhan yang berulang pada ulasan mereka
Tujuannya bukan meniru, melainkan menemukan posisi yang belum terisi.
Jika seluruh pesaing menyasar segmen dan pendekatan yang sama, celahnya mungkin ada pada segmen atau pendekatan yang berbeda. Jika satu keluhan muncul berulang pada hampir semua produk, celahnya ada pada menyelesaikan keluhan tersebut.
Menentukan Target Pasar Secara Spesifik
Jawaban seperti “perempuan muda yang peduli perawatan kulit” terlalu luas untuk berguna.
Yang lebih berguna mencakup gambaran mengenai masalah spesifik yang dihadapi, kebiasaan berbelanja, rentang belanja untuk kategori ini, sumber informasi yang mereka percaya, dan produk apa yang saat ini mereka pakai beserta alasan ketidakpuasannya.
Semakin spesifik gambaran ini, semakin terarah keputusan mengenai formula, tekstur, kemasan, harga, dan cara berkomunikasi.
Menguji Sebelum Produksi Besar
Beberapa cara mengurangi risiko sebelum menanamkan modal besar:
Mulai dari jumlah produksi terkecil yang dimungkinkan. Biaya per unit lebih tinggi, tetapi risiko jauh lebih kecil.
Bagikan sampel kepada kelompok kecil yang mewakili target pasar. Kumpulkan masukan secara terstruktur, bukan sekadar menanyakan apakah mereka suka.
Uji materi komunikasi sebelum produk jadi. Melihat apakah cara menjelaskan produk menarik perhatian dapat dilakukan sebelum produk ada.
Perhatikan tingkat pembelian ulang, bukan hanya penjualan pertama. Penjualan pertama menunjukkan ketertarikan pada janji produk. Pembelian ulang menunjukkan produknya memang memenuhi janji tersebut.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Bertanya kepada orang terdekat. Mereka cenderung memberi jawaban yang menyenangkan.
Menanyakan hal hipotetis. Jawaban atas pertanyaan apakah seseorang akan membeli sering tidak mencerminkan perilaku sebenarnya.
Mengabaikan data yang tidak sesuai harapan. Ini yang paling sering. Riset yang hanya mencari pembenaran atas ide yang sudah ada tidak memberi nilai apa pun.
Terlalu banyak riset tanpa keputusan. Pada titik tertentu, kepastian penuh tidak akan diperoleh dan keputusan tetap harus diambil.
Menyimpulkan dari tren tanpa memeriksa kesesuaian. Tren yang sedang ramai belum tentu sesuai dengan kemampuan dan posisi brand.
Membaca Tren dengan Hati-hati
Tren dalam kategori kosmetik bergerak cepat. Yang perlu dipertimbangkan sebelum mengikutinya:
- Berapa lama waktu yang diperlukan dari sekarang sampai produk siap edar
- Apakah tren tersebut kemungkinan masih relevan pada saat itu
- Apakah tren tersebut sesuai dengan posisi brand secara keseluruhan
- Apakah sudah banyak pemain yang masuk
Mengikuti tren yang sudah ramai sering berarti masuk ketika persaingan sudah padat dan perhatian mulai bergeser.
Menerjemahkan Hasil Riset
Riset yang baik menghasilkan arahan yang konkret untuk pengembangan produk: jenis produk, karakter tekstur yang diinginkan, bahan utama yang ditonjolkan, ukuran kemasan, rentang harga, dan pesan utama yang akan disampaikan.
Arahan sekonkret ini membuat pembicaraan dengan pihak produksi jauh lebih efisien dan mengurangi jumlah putaran penyesuaian sampel.
PT Dwi Jaya Cosmedika mengerjakan pengembangan dan produksi kosmetik untuk pemilik brand. Semakin jelas arahan yang dibawa, semakin cepat proses pengembangannya. Untuk membicarakan rencana produk Anda, hubungi tim kami di WhatsApp resmi.

