Jenis jerawat dan penyebabnya perlu dipahami karena penanganan yang sesuai berbeda-beda. Memakai pendekatan yang sama untuk semua jenis jerawat adalah alasan umum mengapa banyak orang mencoba berbagai produk tanpa hasil yang memadai.
Bagaimana Jerawat Terbentuk
Prosesnya melibatkan beberapa hal yang terjadi bersamaan:
- Produksi minyak meningkat. Kelenjar minyak menghasilkan sebum lebih banyak dari biasanya.
- Sel kulit mati menumpuk. Sel yang seharusnya luruh justru menempel dan bercampur dengan minyak.
- Saluran pori tersumbat. Campuran minyak dan sel kulit mati menyumbat jalan keluar.
- Bakteri berkembang. Lingkungan tertutup dan kaya minyak mendukung pertumbuhan bakteri tertentu yang memang secara alami ada di kulit.
- Peradangan muncul. Respons tubuh terhadap kondisi tersebut menimbulkan kemerahan dan pembengkakan.
Tidak semua jerawat melalui seluruh tahapan ini. Komedo berhenti di tahap ketiga, sementara jerawat yang meradang melalui tahap keempat dan kelima.
Jenis Jerawat
Komedo terbuka
Sumbatan yang permukaannya terbuka dan bersentuhan dengan udara. Warna gelap pada ujungnya bukan kotoran, melainkan hasil oksidasi.
Umumnya muncul di area hidung dan sekitarnya.
Komedo tertutup
Sumbatan yang tertutup lapisan kulit tipis. Tampak sebagai benjolan kecil berwarna serupa kulit, sering lebih terasa daripada terlihat.
Papula
Benjolan kecil kemerahan yang terasa saat disentuh, tanpa titik putih di ujungnya. Menandakan sudah ada peradangan.
Pustula
Benjolan kemerahan dengan titik putih atau kekuningan di ujungnya. Peradangan disertai penumpukan cairan.
Nodul
Benjolan besar yang terletak lebih dalam, terasa keras dan sering nyeri. Tidak memiliki titik di permukaan.
Kista
Benjolan besar berisi cairan yang terletak dalam, terasa lunak dan nyeri.
Dua jenis terakhir memerlukan penanganan tenaga medis. Mencoba menanganinya sendiri dengan produk bebas beli umumnya tidak memadai dan meningkatkan risiko bekas yang menetap.
Faktor yang Berperan
Hormonal. Salah satu faktor terbesar. Perubahan hormon memengaruhi produksi minyak. Ini menjelaskan mengapa jerawat sering muncul pada masa tertentu dan mengapa pola kemunculannya dapat berulang.
Genetik. Kecenderungan berjerawat dapat diturunkan.
Produk yang dipakai. Sebagian produk dapat menyumbat pori pada sebagian orang. Respons ini sangat individual.
Gesekan dan tekanan. Dari masker wajah, helm, tali tas, atau kebiasaan menyentuh wajah.
Kebersihan barang yang bersentuhan dengan wajah. Sarung bantal, handuk, dan layar ponsel.
Stres. Berkaitan dengan perubahan hormonal yang memengaruhi kulit.
Kurang tidur. Berkaitan dengan proses pemulihan kulit.
Pola makan. Berkaitan pada sebagian orang, meski tingkat pengaruhnya berbeda-beda dan bukan penyebab tunggal.
Perlu ditekankan bahwa jerawat bukan tanda kebersihan yang buruk. Anggapan ini masih cukup umum dan sering membuat orang mencuci wajah berlebihan, yang justru memperburuk kondisi.
Pendekatan Umum untuk Jerawat Ringan
Untuk komedo dan jerawat ringan yang tidak meradang berat:
- Pembersih yang lembut, dua kali sehari. Mencuci lebih sering tidak membantu dan berisiko mengganggu lapisan pelindung kulit.
- Bahan aktif yang sesuai. Salicylic acid untuk pori tersumbat, atau bahan lain sesuai kondisi. Perkenalkan satu per satu.
- Pelembap yang ringan. Melewatkan pelembap sering memperburuk karena kulit merespons dengan memproduksi lebih banyak minyak.
- Sunscreen setiap hari. Membantu mencegah bekas menjadi lebih gelap.
- Kesabaran. Perubahan yang berarti memerlukan waktu berminggu-minggu.
Yang Sebaiknya Dihindari
Memencet. Meningkatkan risiko peradangan menyebar, memperlambat penyembuhan, dan memperbesar kemungkinan bekas yang menetap.
Mencoba terlalu banyak produk sekaligus. Sulit mengetahui apa yang membantu dan apa yang mengganggu.
Mengganti produk terlalu cepat. Menilai hasil memerlukan waktu.
Mengeringkan kulit secara berlebihan. Baik melalui pembersih yang keras maupun melewatkan pelembap.
Mengandalkan informasi dari sumber yang tidak jelas. Terutama untuk resep buatan sendiri yang menggunakan bahan yang tidak ditujukan untuk kulit.
Kapan Sebaiknya Memeriksakan Diri
Beberapa kondisi lebih tepat ditangani tenaga medis daripada dicoba sendiri:
- Jerawat berukuran besar, dalam, dan terasa nyeri
- Jerawat yang muncul dalam jumlah banyak dan meluas
- Jerawat yang meninggalkan bekas menetap
- Jerawat yang tidak membaik setelah beberapa bulan dengan pendekatan yang wajar
- Jerawat yang berdampak signifikan pada kondisi psikologis
- Jerawat yang muncul tiba-tiba dan tidak biasa
Menunda pemeriksaan hanya karena masih ingin mencoba produk bebas beli berisiko meninggalkan bekas yang jauh lebih sulit ditangani daripada jerawatnya sendiri.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apakah jerawat hanya dialami remaja?
Tidak. Jerawat pada usia dewasa cukup umum, dan pola kemunculannya sering berbeda dari jerawat pada masa remaja.
Apakah makeup menyebabkan jerawat?
Yang lebih menentukan adalah kesesuaian formula dan kelengkapan pembersihan di akhir hari.
Berapa lama jerawat sembuh?
Bervariasi tergantung jenis dan kedalamannya. Jerawat yang lebih dalam memerlukan waktu jauh lebih lama.
Apakah bekas jerawat bisa hilang?
Bergantung jenis bekasnya. Bekas berupa perubahan warna umumnya memudar seiring waktu. Bekas berupa perubahan tekstur memerlukan penanganan tersendiri.
Catatan untuk Pemilik Brand
Kategori produk untuk kulit berjerawat memerlukan kehati-hatian dalam penyusunan klaim. Klaim yang mengarah pada penyembuhan tidak diizinkan untuk produk kosmetik, dan penyusunan kalimat perlu tetap berada dalam ranah perawatan.
Selain itu, komunikasi yang bertanggung jawab pada kategori ini mencakup mengarahkan konsumen dengan kondisi berat untuk memeriksakan diri, bukan menjanjikan produk sebagai jawaban untuk semua tingkat keparahan.
PT Dwi Jaya Cosmedika mengerjakan pengembangan dan produksi kosmetik untuk pemilik brand, termasuk pembahasan mengenai kesesuaian klaim dengan ketentuan yang berlaku. Untuk membicarakan rencana produk Anda, hubungi tim kami di WhatsApp resmi.

