Antioksidan dalam skincare sering disebut tanpa penjelasan mengenai apa sebenarnya yang dilakukannya. Istilah ini muncul di begitu banyak produk sehingga hampir kehilangan makna. Padahal peran kelompok bahan ini cukup spesifik dan berbeda dari kelompok bahan aktif lainnya.
Apa yang Dilakukan Antioksidan
Untuk memahami antioksidan, perlu memahami radikal bebas terlebih dahulu.
Radikal bebas adalah molekul yang tidak stabil karena kekurangan elektron. Untuk menjadi stabil, molekul ini mengambil elektron dari molekul lain di sekitarnya, yang kemudian ikut menjadi tidak stabil. Reaksi berantai ini dapat merusak struktur sel kulit.
Radikal bebas terbentuk akibat berbagai paparan: sinar matahari, polusi, asap rokok, dan proses alami dalam tubuh.
Antioksidan bekerja dengan menyumbangkan elektron kepada radikal bebas tanpa dirinya menjadi tidak stabil, sehingga reaksi berantai terhenti.
Perbedaan dengan Sunscreen
Keduanya berkaitan dengan perlindungan dari sinar matahari, tetapi bekerja pada tahap yang berbeda.
Sunscreen bekerja sebelum kerusakan terjadi, dengan menghalangi atau menyerap sinar sebelum mencapai kulit lebih dalam.
Antioksidan bekerja setelah sinar lolos, dengan menangani radikal bebas yang terlanjur terbentuk.
Karena tidak ada sunscreen yang menghalangi seluruh sinar, dan karena jumlah yang diaplikasikan sering kurang dari yang diperlukan, selalu ada sinar yang lolos. Di sinilah antioksidan berperan.
Keduanya melengkapi, bukan menggantikan. Antioksidan tidak dapat menggantikan sunscreen.
Jenis Antioksidan yang Umum
Vitamin C
Antioksidan yang paling banyak diteliti untuk pemakaian pada kulit. Selain sifat antioksidannya, juga terlibat dalam pembentukan kolagen dan memengaruhi produksi pigmen. Tantangannya pada kestabilan, terutama untuk bentuk asam askorbat murni.
Vitamin E
Larut minyak, sehingga bekerja pada bagian kulit yang berbeda dari vitamin C yang larut air. Pada daftar bahan sering ditulis sebagai tocopherol atau tocopheryl acetate.
Sering dipasangkan dengan vitamin C karena keduanya saling mendukung dan bekerja pada wilayah yang berbeda.
Ferulic acid
Berasal dari tumbuhan. Perannya yang paling dikenal adalah membantu menstabilkan vitamin C dan vitamin E dalam formula, sekaligus memiliki sifat antioksidan sendiri.
Kombinasi vitamin C, vitamin E, dan ferulic acid menjadi salah satu formula antioksidan yang paling banyak dirujuk.
Ekstrak teh hijau
Mengandung senyawa dengan sifat antioksidan dan menenangkan. Umumnya lebih lembut dan lebih stabil dibanding vitamin C murni.
Resveratrol
Berasal dari beberapa jenis tanaman. Memiliki sifat antioksidan dan sering dipakai dalam produk yang menyasar tanda penuaan.
Niacinamide
Meski lebih dikenal untuk fungsi lain, niacinamide juga memiliki peran dalam melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan lingkungan.
Ekstrak tanaman lainnya
Banyak ekstrak tanaman memiliki sifat antioksidan, termasuk berbagai bahan lokal Indonesia. Kekuatan dan kestabilannya bervariasi tergantung jenis dan cara pengolahannya.
Mengapa Kombinasi Sering Lebih Baik
Radikal bebas terbentuk di berbagai bagian kulit, sebagian di lingkungan yang larut air dan sebagian di lingkungan yang larut minyak.
Antioksidan yang larut air bekerja pada bagian yang satu, yang larut minyak bekerja pada bagian yang lain. Kombinasi keduanya memberi cakupan yang lebih menyeluruh dibanding mengandalkan satu jenis saja.
Selain itu, sebagian antioksidan membantu memperpanjang kerja antioksidan lain, seperti yang terjadi pada kombinasi vitamin C, vitamin E, dan ferulic acid.
Cara Memakai
Waktu. Pagi hari umumnya menjadi pilihan, agar bekerja bersamaan dengan paparan harian. Pemakaian malam tetap memberi manfaat.
Urutan. Umumnya diaplikasikan setelah pembersihan dan sebelum pelembap, dalam bentuk serum.
Bersama sunscreen. Ini kombinasi yang paling masuk akal. Antioksidan menangani apa yang lolos dari sunscreen.
Menyimpan Produk Antioksidan
Sifat yang membuat antioksidan berguna, yaitu kemudahan bereaksi, juga membuatnya rentan terurai.
Beberapa hal yang membantu:
- Simpan di tempat sejuk dan gelap, jauh dari kamar mandi yang lembap dan panas.
- Pastikan kemasan tertutup rapat setelah dipakai.
- Pilih produk dengan kemasan yang membatasi paparan cahaya dan udara.
- Perhatikan perubahan warna atau aroma sebagai tanda produk sudah tidak optimal.
- Habiskan dalam waktu wajar setelah dibuka.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apakah antioksidan dapat menggantikan sunscreen?
Tidak. Keduanya bekerja pada tahap yang berbeda dan saling melengkapi.
Berapa lama sampai terlihat hasilnya?
Manfaat antioksidan bersifat protektif, sehingga hasilnya lebih pada pencegahan daripada perubahan yang terlihat. Sebagian antioksidan seperti vitamin C juga memberi manfaat lain yang lebih terlihat.
Apakah semua produk yang mengklaim antioksidan sama?
Tidak. Jenis bahan, kadarnya, kestabilan formula, dan kemasan sangat memengaruhi apakah bahan tersebut masih aktif ketika produk dipakai.
Apakah antioksidan dari makanan berbeda dengan yang dioleskan?
Keduanya bermanfaat melalui jalur yang berbeda dan tidak saling menggantikan.
Pertimbangan dalam Pengembangan Produk
Produk antioksidan menuntut perhatian besar pada kestabilan. Formula yang bagus di atas kertas dapat kehilangan sebagian besar kandungan aktifnya sebelum sampai ke tangan konsumen jika sistem perlindungannya tidak memadai.
Pemilihan kemasan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan formula pada kategori ini. Kemasan bening atau berbentuk pot terbuka mempercepat penguraian bahan aktif.
Uji kestabilan juga menjadi lebih penting pada kategori ini dibanding kategori lain, karena hasilnya menentukan masa simpan yang dapat dicantumkan pada kemasan.
PT Dwi Jaya Cosmedika mengerjakan pengembangan dan produksi kosmetik untuk pemilik brand, termasuk produk berbahan aktif yang memerlukan penanganan kestabilan secara khusus. Untuk membicarakan rencana produk Anda, hubungi tim kami di WhatsApp resmi.

